Wednesday, May 28, 2014

Pengalaman Kuliahku di Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Perkenalkan, namaku Sarina Hanifah. Aku adalah alumni Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI. Alhamdulillah, pada tahun 2014 ini aku sudah memiliki gelar alumni. Artinya, aku boleh mencantumkan gelar sarjana pendidikan di belakang namaku. Gelar sarjana pendidikan aku peroleh di penghujung tahun 2013. Alhamdulillah, target lulus di tahun 2013 bisa terwujud. Aku mulai memasuki dunia perkuliahan di bulan September 2009, dan mengakhirinya di bulan Desember 2013. Sebenarnya, aku menginginkan lulus tepat 4 tahun. Artinya, aku menargetkan untuk lulus di bulan September 2013 tetapi kenyataannya, aku memperoleh gelar sarjana pendidikan di bulan Desember 2013. Namun semuanya itu harus disyukuri :)
Mengapa aku memilih Jurusan Pendidikan Kimia UPI? Awalnya, pelajaran kimia merupakan pelajaran yang aku kuasai lebih dibanding pelajaran-pelajaran lainnya. Dengan harapan, semua mata kuliah akan bisa aku kuasai karena memang aku suka dengan mata pelajaran kimia. Jujur, hanya itu saja yang mendasariku  untuk memilih jurusan ini, tanpa mempertimbangkan hal lain seperti jenjang karir di masa depan, dan lainnya. Bagaimana pengalaman selama kuliah di jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI? Let me share you some experience yang menurutku tidak akan pernah terlupakan selama kuliah di pendidikan kimia FPMIPA UPI.
Boleh dibilang, selama 4,5 tahun menimba ilmu di UPI, aku sangat tidak sabar untuk menunggu kelulusanku. Aku sangat merasakan bagaimana rasanya mabuk tugas, kecapean dikala banyak praktikum, dan masih banyak lagi. Tetapi tidak hanya itu saja. Di sisi lain, aku mendapat banyak ilmu baru. Menurut persepsi sebagian orang, kimia merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari. Ternyata, kimia tidak sesulit yang dibayangkan. Begitu memasuki laboratorium kimia, kita akan disuguhi oleh alat-alat analisis yang luar biasa canggihnya dipadukan dengan reagen-reagen yang ketika dicampurkan akan membentuk senyawa-senyawa yang penampakannya menarik untuk dilihat. Ditambah lagi dengan rasa deg-degan saat mencampurkan senyawa yang cenderung berbahaya namun kamu akan merasa tertantang untuk melihat hasilnya. Kamu akan mendapat pemandangan-pemandangan yang tentunya tidak akan kamu dapatkan di jurusan lain. Khusus untuk program studi pendidikan kimia, kamu akan banyak mempelajari tentang psikologi pendidikan hingga praktik menjadi seorang guru di sekolah. Kamu akan banyak berinteraksi dengan siswa dan mulai merasakan perubahan pada dirimu untuk menjadi seorang pengajar yang berkualitas, bertanggung jawab dan mampu menumbuhkan semangat mempelajari ilmu kimia pada anak didiknya. Jadi, aku simpulkan bahwa kuliah di Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI itu amat sangat menyenangkan :) 
Itu saja? Tentu tidak. Di jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI, kamu akan melihat suasana kelas yang dinamis. Kamu akan menemui banyak teman-teman baru yang berasal dari latar belakang dan asal daerah yang berbeda yang akan mewarnai kehidupan kuliahmu dan membuat perjalanan kuliahmu terasa lebih komplit. Untuk mengasah soft-skill, di jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI juga tersedia berbagai wadah untuk melatih dan mengembangkan soft-skill kamu, diantaranya melalui BEM HMK FPMIPA UPI. Kamu tentunya akan menemukan banyak pengalaman dan tak ketinggalan, keluarga baru disini, di jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI.
Bagaimana kesempatan kerja setelah menimba ilmu di jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI? Secara umum, jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI telah melahirkan banyak pendidik yang mampu bersaing baik di lembaga nasional maupun bertaraf internasional, selain itu juga banyak melahirkan para ilmuwan dan tenaga ahli yang bergabung dengan industri pemerintah seperti Depkes, LIPI atau yang bergabung di industri swasta seperti di industri-industri makanan, farmasi, agroindustri, dan lain lain.
Itulah sekelumit tentang pengalaman berhargaku selama kuliah di jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI. Ternyata banyak sekali pengalaman yang aku dapatkan selama kuliah disini. Rasanya, terlalu panjang untuk kuceritakan semuanya. Makanya, aku sangat tidak menyesal karena telah memiliki kesempatan untuk kuliah disini.
Selamat datang dan selamat menimba ilmu bagi kalian, mahasiswa baru jurusan pendidikan kimia FPMIPA UPI. Tetap sungguh-sungguh dan bekerja keras. Sebagai masyarakat yang optimis, kita sudah seharusnya percaya bahwa dengan kerja keras dan kesungguhan, Negara Indonesia akan semakin maju. Seperti pepatah yang diberikan Prof. Dr. B.J Habibie, “Dimanapun engkau berada selalulah menjadi yang terbaik dan berikan yang terbaik dari yang bisa kita berikan.” Semoga sukses dan kelak menjadi pribadi yang berguna bagi agama, nusa dan Negara kita, Indonesia.

Regards,


Sarina Hanifah



Wednesday, March 5, 2014

Buku 99 Cahaya yang Menginspirasi


Para wisatawan tidak hanya bertujuan untuk dapat melihat keindahan bangunan di negeri Eropa, tetapi lebih dari itu - berusaha memahami peradaban Islam yang pernah berjaya beberapa abad lalu di negeri Eropa. Karena itulah buku karya Hanum dan Rangga ini menjadi sangat menarik bagi saya.


Sebelum membaca buku ini, menurut saya Eropa hanyalah sebuah benua yang kebanyakan orang mengunjunginya hanya untuk menuntut ilmu di universitas - universitas terkemuka atau bahkan untuk hanya dapat mengabadikan foto di beberapa tempat terkenal seperti: menara Eiffel, Colosseum, Musee de Louvre, atau shopping berkelas di Paris, atau hanya untuk jalan2 sore di Venice. Ternyata, Eropa lebih dari sekedar itu. Lebih dari sekedar Eiffel atau Venice!

Buku ini merupakan sebuah catatan pencarian peradaban Islam yang pernah berjaya di Eropa. Hanum dan Rangga menceritakan perjalanan "pencarian" mereka di 4 negara di Eropa yaitu Austria, Turki, Spanyol dan Perancis.

Setelah membaca buku ini, saya jadi semakin memantapkan hati untuk terus mencari tahu mengenai sejarah dan bahkan ingin mengunjungi peradaban Islam di belahan dunia lain. Amiin

Friday, October 12, 2012

I'm an AIESECer


Now its my turn to explore the world..!

"you'll never know till you've tried.."

Hi, blogger.
Pernah baca dong "quote" di atas?
Iya. Itu adalah quote yang sering saya baca di buku tulis anak sekolahan. Simple quote, but deep and meaningful. Saya tidak akan pernah tahu hasilnya jika saya tidak berani mencoba. Bernani gagal tentunya. Rasa-rasannya, banyak sekali kegagalan-kegagalan yang pernah terjadi selama hidup saya. But we're should be concerned to the value and meaning of the failure. Ketika harapan saya sudah mulai pudar, saya memutar otak kembali. Haruskah saya menghapus semua mimpi saya? It's a BIG NO NO.

Pernah merasa putus asa dan sulit untuk menggapai semua mimpi. Tapi itu bukan sesuatu yang harus kita pelihara. Awake! Saya mencoba kembali membayangkan mimpi-mimpi saya. Imagine lot of beautiful thing we could see around the world. Salah satu mimpi saya adalah pergi exchange. Saya pengen banget bisa pergi exchange. I want to meet new people, get out of our comfort zone, learn to be more responsible and more flexible. 

Salah satu cara saya agar bisa pergi exchange adalah dengan ikut berpartisipasi dalam program AIESEC. Mulai lah saya untuk mengisi formulir yang menurut saya sangat susah untuk diisi. Karena formulir itu menuntut kita untuk menceritakan alasan-alasan mengapa kita ingin pergi exchange, dan lainnya. Jujur, saya sendiri masih bingung tujuan saya ingin pergi exchange pada saat itu. Yang saya fikirkan dalam otak saya hanyalah ingin melihat dunia luar. Seminggu setelah submit formulir, saya mendapat email bahwa saya harus mengikuti wawancara. Sedikit deg-degan. Bagaimana tidak, saya tidak terbiasa berbicara bahasa Inggris dan ternyata saya dapat kabar bahwa wawancara nya itu full English. Tapi saya akhirnya memberanikan diri untuk menghadapinya. Dengan sedikit kepedean yang menciut, saya terus nyerocos ngomong bahasa Inggris tanpa memperhatikan grammar saya. Selesailah wawancara itu. Bismillah, semoga saya mendapat yang terbaik. Saya mendapat kabar bahwa pengumuman lolos atau tidaknya akan diumumkan seminggu setelah proses wawancara.

Seminggu setelah wawancara, ternyata saya tidak mendapat kabar apa-apa. No email, no phone calls, no sms. Pffft. Kecewa. Panitia bilang bahwa pengumuman lolos tidaknya akan diberitahu lewat email, phone calls, atau sms. Seminggu lebih tepatnya saya tidak mendapat kabar. Namun, tepat tgl 5 Okt. Handphone saya penuh dengan notifikasi. Kala itu saya sedang menikmati makan malam saya di salah satu mall di Bandung. Wajarlah, seminggu pusing dengan tugas kuliah, ada kalanya saya ingin menikmati suasana makan malam di luar :) Saya terus berkonsentrasi pada handphone saya. Ada apa ini? Then I got my name was on the list of AIESEC Exchange Participant. I am lucky and I am blessed. Bunch of thanks, God. 

Now its my turn to explore the world.

Desember. Winter. Can't Wait.. ! :) :)




Thursday, October 4, 2012

Musician Wanna Be

Tadaaaa.. hari Kamis, 4th Oct 2012
Saya memulai kehidupan baru sebagai musisi lagi :)
Berkumpul dengan orang2 yang memiliki hobby yang sama memang hal yang sangat menyenangkan!
Elfa's Music School
Tepatnya di kompleks ruko jalan Tubagus Ismail
Di sana saya memulai kembali kehidupan yang sangat saya rindukan
Violin adalah alat musik utama yang sedang saya fokuskan sekarang
Menurut saya pribadi, violin itu unik suaranya. Terlepas dari betapa susahnya untuk mengeluarkan tiap nada do, re, mi ._.
Butuh perjuangan ekstra untuk mengeluarkan suara violin yang halus dan enak untuk didengar, sampai akhirnya bisa dinikmati sebagai suatu karya
Mudah2an langkah yang saya ambil sekarang merupakan langkah yang tepat, dan saya selalu yakin bahwa setiap kegiatan positive itu selalu bermanfaat dan menyenangkan hati tentunyaaaa..
See you on the next Thusrday, I'll be back to Elfa Music School :)

That's What Friends Are For!


"matahari, bersinar terang, seolah tersenyum senang..
walau panas, menyengat, kami tetap gembira..
daun-daun bergerak riang seiring dengan langkahku
bebas berlari,  berkejaran... bersama kawan tersayang..

betapa bahagianya, punya banyak teman, betapa senangnya..
betapa bahagianya, menikmati hari bersama..."  -Sherina, dalam lagu Persahabatan-


Pagi yang cerah ini diawali dengan ketidaknyamanan karena adanya proses biologis dalam tubuh saya. I'm on my period, everyonee ~ 
Poor me, I always feel so unhappy when I got this period, mostly in the first day each month :(
OOopps!
Sekali lagi saya mengeluh. Mengeluh hanya akan menambah beban. Jika kita fikir bahwa tanpa ada keluhan, hidup ini rasanya hambar. Tak kan ada yang namanya perjuangan, karena semua hal mengalir begitu saja. Ngomong-ngomong perjuangan yang telah kita lakukan, rasa-rasanya, saya sering ingat akan hal-hal yang telah teman-teman saya lakukan untuk saya. Tidak tahu apa jadinya jika tidak ada teman-teman yang selalu mendukung saya dalam suka dan duka. 

Masalah dengan teman memang selalu ada. Tapi, bukankah itu adalah salah satu proses dari pendewasaan? Menurut saya, tidak ada teman yang tidak membawa manfaat. Bersama teman kita bisa, bersama teman kita bahagia. Seperti kata pepatah, lebih baik berjalan dalam kegelapan bersama-sama, daripada berjalan sendirian dalam kebahagian. Artinya, kebahagian itu tidak dapat kita rasakan jika kita merasa sendiri. Tapi, masalah akan selalu ada penyelesaiannya jika kita mau berbagi dan membantu sesama teman kita. That's why I called it this post: That's what friends are for! :))


Sincerelly,


Sarina Hanifah


Wednesday, September 5, 2012

Let's Pursue Our Dreams!


Halo blogger! Sudah lama nih tidak menulis dan bercuap cuap disini. Alhamdulillah, pada tahun ini saya dapat melewati Ramadhan dengan baik. Hari-hari di hari Ramadhan cukup membuat saya menyadari betapa perlunya kita bersyukur kepada Tuhan akan apa yang Dia beri kepada kita. Bayangkan, betapa sulitnya orang-orang di sana yang serba kekurangan. Kekurangan harta, kekurangan ilmu, dan lainnya. Kita patut bersyukur karena kita masih bisa makan, masih bisa menuntut ilmu, dan yang paling penting adalah masih diberi kesehatan. Alhamdulillahirabbil alamiin. 

Ngomong ngomol soal sehat nih, selagi saya diberi kesehatan, saya ingin menuntut ilmu lebih banyak. Ilmu itu ternyata tidak hanya didapat dibangku sekolah ataupun di bangku kuliahan. Pada saat itu, tepatnya saya lupa tanggal dan hari apa, saya bertemu dengan seorang pemain biola jalanan yang mengaku sudah selama 3 bulan mengamen. Dia  bahkan sangat berbakat dalam musik. Buktinya, saya sudah belajar biola selama setahun, tetapi permainan biola saya tidak cukup untuk membuat dia terpesona, dalam arti, permainan biola dia lebih bagus. Saya bertanya, apa saja yang dia lakukan untuk mengisi hari-harinya. Dia menjawab bahwa dia mengamen, menjadi pelayan restoran, dan sekolah. Sungguh hal yang luar biasa. Dia berkata bahwa penghasilan orangtuanya tidak mencukupi untuk biaya dia sekolah. Kali ini saya mendapat pelajaran baru lagi bahwa sikap kerja keras dan semangat yang tiada henti sangat besar pengaruhnya dalam diri kita. Leave the limit, demi menggapai mimpi-mimpi kita. Tak perduli apakah kita akan gagal atau berhasil. Jika kita sama sekali tidak mau mencoba, maka kita tidak akan pernah tau seberapa mampu nya diri kita dalam meraih sesuatu. I have to move one step, otherwise, i'll never know my truly potential.

Mulai hari ini, saya akan lebih bijak dalam mengambil kesempatan-kesempatan yang ada. Tidak peduli adanya keterbatasan dalam diri kita. Orang yang banyak memiliki pun banyak yang berhasil. Maka kita yang hidup berkecukupan pun HARUS berhasil. Let's pursue our dreams..


Sincerely,


Sarina Hanifah