Friday, October 12, 2012

I'm an AIESECer


Now its my turn to explore the world..!

"you'll never know till you've tried.."

Hi, blogger.
Pernah baca dong "quote" di atas?
Iya. Itu adalah quote yang sering saya baca di buku tulis anak sekolahan. Simple quote, but deep and meaningful. Saya tidak akan pernah tahu hasilnya jika saya tidak berani mencoba. Bernani gagal tentunya. Rasa-rasannya, banyak sekali kegagalan-kegagalan yang pernah terjadi selama hidup saya. But we're should be concerned to the value and meaning of the failure. Ketika harapan saya sudah mulai pudar, saya memutar otak kembali. Haruskah saya menghapus semua mimpi saya? It's a BIG NO NO.

Pernah merasa putus asa dan sulit untuk menggapai semua mimpi. Tapi itu bukan sesuatu yang harus kita pelihara. Awake! Saya mencoba kembali membayangkan mimpi-mimpi saya. Imagine lot of beautiful thing we could see around the world. Salah satu mimpi saya adalah pergi exchange. Saya pengen banget bisa pergi exchange. I want to meet new people, get out of our comfort zone, learn to be more responsible and more flexible. 

Salah satu cara saya agar bisa pergi exchange adalah dengan ikut berpartisipasi dalam program AIESEC. Mulai lah saya untuk mengisi formulir yang menurut saya sangat susah untuk diisi. Karena formulir itu menuntut kita untuk menceritakan alasan-alasan mengapa kita ingin pergi exchange, dan lainnya. Jujur, saya sendiri masih bingung tujuan saya ingin pergi exchange pada saat itu. Yang saya fikirkan dalam otak saya hanyalah ingin melihat dunia luar. Seminggu setelah submit formulir, saya mendapat email bahwa saya harus mengikuti wawancara. Sedikit deg-degan. Bagaimana tidak, saya tidak terbiasa berbicara bahasa Inggris dan ternyata saya dapat kabar bahwa wawancara nya itu full English. Tapi saya akhirnya memberanikan diri untuk menghadapinya. Dengan sedikit kepedean yang menciut, saya terus nyerocos ngomong bahasa Inggris tanpa memperhatikan grammar saya. Selesailah wawancara itu. Bismillah, semoga saya mendapat yang terbaik. Saya mendapat kabar bahwa pengumuman lolos atau tidaknya akan diumumkan seminggu setelah proses wawancara.

Seminggu setelah wawancara, ternyata saya tidak mendapat kabar apa-apa. No email, no phone calls, no sms. Pffft. Kecewa. Panitia bilang bahwa pengumuman lolos tidaknya akan diberitahu lewat email, phone calls, atau sms. Seminggu lebih tepatnya saya tidak mendapat kabar. Namun, tepat tgl 5 Okt. Handphone saya penuh dengan notifikasi. Kala itu saya sedang menikmati makan malam saya di salah satu mall di Bandung. Wajarlah, seminggu pusing dengan tugas kuliah, ada kalanya saya ingin menikmati suasana makan malam di luar :) Saya terus berkonsentrasi pada handphone saya. Ada apa ini? Then I got my name was on the list of AIESEC Exchange Participant. I am lucky and I am blessed. Bunch of thanks, God. 

Now its my turn to explore the world.

Desember. Winter. Can't Wait.. ! :) :)




Thursday, October 4, 2012

Musician Wanna Be

Tadaaaa.. hari Kamis, 4th Oct 2012
Saya memulai kehidupan baru sebagai musisi lagi :)
Berkumpul dengan orang2 yang memiliki hobby yang sama memang hal yang sangat menyenangkan!
Elfa's Music School
Tepatnya di kompleks ruko jalan Tubagus Ismail
Di sana saya memulai kembali kehidupan yang sangat saya rindukan
Violin adalah alat musik utama yang sedang saya fokuskan sekarang
Menurut saya pribadi, violin itu unik suaranya. Terlepas dari betapa susahnya untuk mengeluarkan tiap nada do, re, mi ._.
Butuh perjuangan ekstra untuk mengeluarkan suara violin yang halus dan enak untuk didengar, sampai akhirnya bisa dinikmati sebagai suatu karya
Mudah2an langkah yang saya ambil sekarang merupakan langkah yang tepat, dan saya selalu yakin bahwa setiap kegiatan positive itu selalu bermanfaat dan menyenangkan hati tentunyaaaa..
See you on the next Thusrday, I'll be back to Elfa Music School :)

That's What Friends Are For!


"matahari, bersinar terang, seolah tersenyum senang..
walau panas, menyengat, kami tetap gembira..
daun-daun bergerak riang seiring dengan langkahku
bebas berlari,  berkejaran... bersama kawan tersayang..

betapa bahagianya, punya banyak teman, betapa senangnya..
betapa bahagianya, menikmati hari bersama..."  -Sherina, dalam lagu Persahabatan-


Pagi yang cerah ini diawali dengan ketidaknyamanan karena adanya proses biologis dalam tubuh saya. I'm on my period, everyonee ~ 
Poor me, I always feel so unhappy when I got this period, mostly in the first day each month :(
OOopps!
Sekali lagi saya mengeluh. Mengeluh hanya akan menambah beban. Jika kita fikir bahwa tanpa ada keluhan, hidup ini rasanya hambar. Tak kan ada yang namanya perjuangan, karena semua hal mengalir begitu saja. Ngomong-ngomong perjuangan yang telah kita lakukan, rasa-rasanya, saya sering ingat akan hal-hal yang telah teman-teman saya lakukan untuk saya. Tidak tahu apa jadinya jika tidak ada teman-teman yang selalu mendukung saya dalam suka dan duka. 

Masalah dengan teman memang selalu ada. Tapi, bukankah itu adalah salah satu proses dari pendewasaan? Menurut saya, tidak ada teman yang tidak membawa manfaat. Bersama teman kita bisa, bersama teman kita bahagia. Seperti kata pepatah, lebih baik berjalan dalam kegelapan bersama-sama, daripada berjalan sendirian dalam kebahagian. Artinya, kebahagian itu tidak dapat kita rasakan jika kita merasa sendiri. Tapi, masalah akan selalu ada penyelesaiannya jika kita mau berbagi dan membantu sesama teman kita. That's why I called it this post: That's what friends are for! :))


Sincerelly,


Sarina Hanifah