Monday, June 16, 2014

Feel Like a Superstar

Have you ever felt like a superstar? Yes I have. That's what I feel during my exchange project. My Thai students always stare at me when I'm walking in front of them. I don't know what they feel. I'm not type of people that comes from different race with them.We all have a same type of skin color. But then, they thought that we were different. Yes. I am Indonesian and they are Thai. Even mostly people there recognized me as Thai, not as Indonesian. My Thai students are all so nice. They would say 'sawaddee kha' as greeting all the time when I met them then they tried to talk with me in Thai and often asked me for taking picture. I only could answer: chan phud phasa Thai nit noi kha (I can speak Thai a little). I miss you kids! Been a teacher for probably one and half month give me such a wonderful experience. That sounds great! :) :)


take me back to Takamraidueasamakkee school (1)


take me back to Takamraidueasamakkee school (2)


take me back to Takamraidueasamakkee school (3)


take me back to Takamraidueasamakkee school (4)


Best Regards,



Sarina Hanifah

Monday, June 9, 2014

Magister ITB, dan Ceritaku untuk Menggapainya

ITB
Tempat yang diimpikan sejak dulu. Sejak SMA, ingin sekali rasanya aku duduk di bangku perkuliahan di sana. Sayangnya, mimpi itu tidak lekas terwujud. Aku gagal menghadapi ujian snmptn. Banyak yang bilang, saingan ke ITB tuh ketat sekali. Tapi, itu semua tidak lepas dari usaha kita sendiri. Man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. (Mungkin) aku dulu kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa untuk menghadapi tes2 snmptn dan USM ITB. Mau tau berapa kali aku ikut USM ITB? 3kali. Dan semuanya gagal :))

Setelah lulus S1 dari pendidikan kimia UPI pada akhir Desember 2013, rasa-rasanya aku ingin sekali mengikuti program magister kimia di ITB. Hal ini aku lakukan karena aku ingin menambah ilmu ke-kimia-an, selain ilmu pendidikan yang sudah banyak aku dapatkan di bangku sarjana. Kelak, aku ingin menjadi seorang dosen dan merangkap sebagai peneliti kimia, aamiin :))

Singkat cerita, setelah lulus sarjana, aku belum mau untuk terikat kontrak kerja. Yah, kesannya memang seperti kelamaan jadi pengangguran. Tapi, selama jadi pengangguran itu, aku mulai urus-urus semua kelengkapan persyaratan S2 ITB. Setelah aku buka web pendaftarannya, wow! Banyak sekali ternyata yg harus diurusin :') 

Urusan pertama! TPA > 475
Sekali lagi, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan hanya dengan berleha-laha, merasa sudah mampu, dan overconfidence terhadap suatu hal (pengalaman saat daftar S1 di ITB, hiks). Jadi, pada saat akan melaksanakan TPA untuk tes ITB, aku mulai banyak berlatih. Aku beli deh tuh 2 buku karangan Aristo Chandra. Alhamdulillah, setelah satu minggu tes, hasilnya keluar juga. Hasil TPA-ku mencapai 574,60. Terimakasih pak Aristo Chandra atas latihan yang diberikan :') Bagi yang merasa ingin mencoba TPA sebelum tes di ITB berlangsung, bisa coba hubungi bappenas langsung, dan tidak perlu ikut tes di ITB lagi jika nilai tes di bappenas sudah memenuhi :))

Urusan kedua! Toefl (elpt ITB) > 77 (setara dengan 475)
Untuk urusan toefl, ITB biasanya mengakui sertifikat toefl jika sertifikat itu berupa elpt ITB atau toefl ITP. Aku sih pilih yang elpt saja, karena harganya hanya 75ribu. Tapi bagi yang ingin sertifikat tersebut bisa diakui internasional, bisa coba toefl ITP dengan harga sekitar 350ribu. Pada saat tes, pastinya deg-degan. Soal-soal pada elpt ITB ini mirip dengan soal-soal toefl pada umumnya. Hanya saja, aku selalu merasa kesulitan saat dihadapkan dengan soal listening :') 2 hari pun berlalu. Ternyata, pengumuman elpt sudah diumumkan di web. Hasilnya, I got 101.., atau sama dengan 530 pada toefl-toefl biasanya. Alhamdulillah ~

Urusan ketiga! Tes jarak jauh
Sebenernya, sempet bingung sama tes jarak jauh ini, karena memang tes ini baru diadakan ketika penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2014/2015. Gosipnya, ini untuk meningkatkan mutu pendidikan, supaya ITB bisa melihat sejauh mana pengetahuan kita tentang ke-kimia-an. Aku dan salah satu temanku (Elva) beberapa kali bertanya pada pihak penyelenggara tes jarak jauh. Tapi sampai seminggu mendekati hari H, tidak ada pengumuman lebih lanjut mengenai tes jarak itu :( nah, tiba-lah hari Rabu, 14 Mei 2014. Pada hari itu, baru ada sedikit pencerahan tentang tes jarak jauh tersebut. Ternyata, semua pendaftar wajib mengerjakan soal yang diberikan panitia penyelenggara selama 1 hari penuh (24 jam) pada tanggal 19 Mei 2014. Tibalah hari Senin, 19 Mei 2014. Aku membuka email pada pukul 00.00. Tepat jam tersebut, aku men-download soal yang diberikan. Aku cuma bisa melongo betapa dahsyatnya soal-soal tersebut, hehe. Namun, aku masih merasa ngantuk. Baiklah, aku berjanji pada diriku, aku akan mengerjakan soal-soal tersebut setelah solat shubuh. Satu persatu soal pun mulai kuselesaikan. Wow banget rasanya. Kepala sampe terasa panas dan badan pegel-pegel semua. Rasa-rasanya pengen ada mama yang bisa mijitin, trus bisa nyuapin makan, hehe. Aku agak ragu-ragu dengan jawaban yang aku tulis sebanyak 6 lembar. Tepat pukul 20.00 aku sudah mengirimkan jawabanku via email. Bismillah saja, apapun hasilnya :')

3 minggu berlalu.. hari ini hari Senin, 9 Juni 2014. Pagi-pagi sekali aku sudah bergegas untuk mengikuti tes kerja di bintang pelajar institute. Sedikit cerita, karena lembaga tersebut berbasiskan Islam, tadi ada beberapa pertanyaan yang aku sendiri sampe bingung mau jawab apa. Maafkan ya Allah, ternyata ilmu keislamanku masih kurang. Tadi ada pertanyaan tentang ayat yang isinya menjelaskan kewajiban berbakti kepada orang tua. Dan aku sama sekali tidak tahu ayat apa itu :')

Setelah selesai menyantap makan siang, aku bergegas pulang naik angkot kalapa-ledeng menuju kosan. Karena jalanan agak macet, aku lebih memilih untuk membuka semua akun socmed-ku. Boleh dibilang, aku adalah orang yang agak kepo dan tidak tahan untuk tidak buka socmed satu hari saja :') Teringat pada pengumuman ITB yang notabene akan diumumkan di website pada minggu kedua Juni (namun seluruh pendaftar belum tau tanggal berapa pengumuman itu dibuka), aku langsung saja membuka web sps ITB. Jreng-jreeng! Pengumuman sudah ada. Folder 'diterima' berukuran 13,9 MB dan sisa kuota-ku hanya sekitar 12 MB. Oke. Aku relakan saja pulsa reguler untuk men-download sisa MB file tersebut karena aku sangat-sangat tidak sabar :') nampaknya lama sekali proses download tersebut selesai. Saking gregetnya, aku sampai menggigit ujung-ujung handphone, haha (jangan ditiru). Uang ongkos yang aku keluarkan dari dompet juga sempet berhamburan saking deg-degan nya. File tersebut baru beres di download setelah aku turun dari angkot. Deg! Jantungku berdegup makin kencang. Recent Document. Click. Loading. Page 1. FITB. Page 2. FMIPA. A b c d e........ s! Ya. Inisial namaku dari S. Sarina Hanifah, tercatat sebagai mahasiswa yang diterima di program magister, prodi kimia, FMIPA ITB :')

Sekejap aku langsung membeli pulsa (ingat, pulsa yang tadi habis dipake download), lalu... mengabarkan mama, papa, ade, sahabat. Ooh! Terimakasih ya Tuhan, insya allah aku akan mengemban amanat ini dengan baik :')


Best Regards,



Sarina Hanifah

Thursday, June 5, 2014

Soekarno: Kekagumanku Padanya


Tulisanku kali ini (mungkin) lebih menekankan pada isi dari buku karya Nor Islafatun yang beberapa hari terakhir membuatku tertarik untuk membacanya. The X-Files of Bung Karno. Buku seharga tidak lebih dari 50ribu ini menurutku sangat cocok dibaca semua kalangan. Buku ini tidak runut menceritakan peristiwa sejarah berdasarkan kurun waktu peristiwa tersebut terjadi. Buku ini menceritakan sisi lain dari Bung Karno yang tidak terungkapkan dalam buku-buku sejarah di sekolah.



Sifat menyayangi semua makhluk ciptaan Tuhan adalah hal pertama yang aku kagumi pada sosok Bung Karno. Dalam buku ini diceritakan bahwa pada saat beliau menjalani hukuman di penjara Banceuy, teman satu-satunya hanyalah cicak. Beliau sangat mengagumi jenis binatang melata itu. Beliau mengatakan bahwa cicak adalah jenis ciptaan Tuhan yang sangat indah. Beliau tidak tega melihat cicak-cicak di dalam penjara tersebut kelaparan. Saat petugas datang pada waktu jam makan, beliau akan menyisakan butir demi butir nasi untuk sang cicak. Bung Karno juga tidak melepaskan perhatiannya begitu saja pada bunga-bunga yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Ia sangat bersedih jika hujan tidak turun dalam kurun waktu yang cukup lama. Bahkan, Ia berjanji akan memberikan apapun kepada seseorang yang dapat menurunkan rezeki (hujan) bagi tanaman-tanaman kesayangannya.

Hal kedua yang menguatkan kekagumanku padanya adalah sifatnya yang sangat sederhana namun tetap necis. Dalam buku ini diungkapkan bahwa Bung Karno adalah pecinta seni. Oleh karena itu, beliau sangat mengutamakan kerapihan dalam berbusana. Namun, sifat tersebut tidak lantas membuat Bung Karno menjadi boros dan sengaja membeli beberapa stel pakaian baru untuk menghadiri beberapa acara besar. Jika ada pakaiannya yang mulai rusak, ia akan meminta istrinya untuk menjahit bagian yang mulai rusak tersebut.

Satu hal yang paling utama tentunya yang membuat kekagumanku makin bertambah padanya adalah bahwa beliau sangat mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia.  Orasi yang dilakukannya tidak jarang banyak mempengaruhi rakyatnya. Di saat sekian persen rakyat Indonesia mulai putus asa dan sudah merasa nyaman dengan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda-padahal tidak semestinya tenaga dan pikiran rakyat Indonesia diperas dan digunakan untuk kepentingan negara lain-beliau dengan kegigihannya mampu menumbuhkan semangat dan meraih hati rakyat hingga akhirnya menjadi sosok yang dapat memerdekakan bangsa dan menjadi presiden pertama Indonesia.

***Ngomong2 soal presiden, beberapa hari lagi Indonesia akan dihadapkan dengan pemilihan presiden untuk periode 2014-2019. Mudah-mudahan, presiden kita kelak akan mampu membangkitkan semangat Bangsa agar Indonesia menjadi negara yang lebih kuat, tangguh dan beprestasi. Raih kembali status macan Asia-atau bahkan dinosaurus Asia!! Aamiin :))

Best regards,



Sarina Hanifah