Friday, March 27, 2015

Dieng Part 1 (Bandung - Wonosobo)

Telat nih postingnya. Tapi tidak apa-apa ya. Rasanya punya blog adalah jalan bagiku untuk memperbaiki kemampuan menulisku karena menurutku kemampuan menulis wajib dimiliki semua orang. Rasanya tidak enak jika membaca postingan salah satu teman yang struktur kalimatnya kurang baik. Bukannya paham, malah jadi salah paham. *eh, curhat XD *oke, lanjut cerita perjalananku ke Dieng saja ya.
Terik matahari cukup menyengat kala itu, 16 Januari 2015. Jumlah kendaraan roda dua dan roda empat rasanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Polusi sepanjang perjalanan dari kampusku menuju terminal Cicaheum pun tak dapat kami hindari. Pohon pohon sepanjang jalan kota Bandung mulai berkurang populasinya sehingga menambah panasnya daerah Cicaheum. Para sopir taksi terlihat berteduh di bawah pohon yang tidak cukup rindang demi melindungi mereka dari paparan sinar matahari sembari menunggu datangnya penumpang. Panasnya cuaca kota Bandung kala itu tidak menyurutkankan semangatku dan teman-temanku untuk berpetualang ke negeri di atas awan, Dieng.
Sesampainya di terminal Cicaheum yang notabene masuk kategori kelas B, kami tak lupa menunaikan shalat Ashar karena bis yang akan membawa kami ke Dieng akan tiba pukul 16.45. Beberapa dari kami ada yang sudah meminum antimo supaya tidak merasakan mabuk darat J Aku sama sekali tidak ingin menenggak antimo karena aku tidak mudah mabuk darat dan hanya ingin melihat pemandangan di sepanjang jalan menuju Dieng. Setelah beberapa jam melalui perjalanan, ada satu hal yang baru  kusadari. Perjalanan menuju Dieng diperkirakan selama 9 jam dan kami melakukan perjalanan pada sore hingga malam hari. Jelas, tak ada pemandangan yang bisa dilihat, hehe.
Bis yang kami gunakan cukup nyaman menurutku. Bis budiman yang dipatok harga 85ribu melakukan pelayanannya dengan baik. Tarif bis pada saat itu sudah termasuk makan di restoran sederhana di daerah Ciamis dan air minum sebanyak 1 botol. Setelah memenuhi perintah perut untuk diisi, kuputuskan untuk meminum antimo hingga tidur terlelap, tak sadarkan diri, sampai pada akhirnya sang kondektur membangunkanku dan teman-teman setelah bis mendarat di terminal Wonosobo pada pukul 02.30 :D
Terminal yang luasnya sekitar 2kali lipat dari terminal Cicaheum ini sangat bersih. Jarang terlihat sampah berserakan dan yang paling penting menurutku, tidak ada abang-abang yang jualan secara paksa. Sangat berbeda dengan terminal yang berada di kota-kota besar. Kondisi terminal Wonosobo yang bersih dan nyaman tentunya menjadi mood booster tersendiri bagiku untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Dieng karena kondisi terminal Wonosobonya saja sudah bagus, apalagi Diengnya,  pikirku J

Bandung, 27 Maret 2015

Sarin


2 comments:

  1. part 2-nya mana? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu yang komen, kirain siapa :p
      part 2 nya? blm ada ide buat nulis lagi hahaha
      jadi maluu :")

      Delete