Thursday, August 28, 2014

Catatan Kecil untuk Wita dan Reza

“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” –Bung Karno-

Kalimat tersebut merupakan kalimat yang sangat tidak asing terdengar di telinga. Bung Karno merupakan sosok pahlawan yang mampu membangkitkan semangat para pemuda-pemudi Indonesia demi mencapai kejayaan Indonesia di masa penjajahan.

Sedikit demi sedikit, pikiranku terusik. Kembali pada “quote” di atas. Bagaimana caranya seorang pemuda mampu mengguncangkan dunia? Pertama, pikiranku tertuju pada peristiwa serangan Israel yang tiada hentinya terhadap Palestina. Kedua, pikiranku selanjutnya tertuju pada Prof Dr. B.H Habibie yang telah mendapatkan penghargaan dalam bidang pembangunan indsutri pada tahun 1997 serta telah menerima gelar doktor kehormatan dari sejumlah universitas, seperti Institut Teknologi Cranfield, Inggris; Universitas Chungbuk Korea dan beberapa universitas lainnya. Kedua peristiwa tersebut sama-sama mengguncang dunia. Namun, kita harus percaya bahwa yang patut kita contoh adalah kebaikan. Maka dari itu, mengguncang dunia pun harus dengan kebaikan. Lalu, bagaimana caranya mengguncang dunia di era kekinian?

Manusia yang berilmu dan berakhlak adalah masa depan bangsa,  aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita kehidupan bangsa kita di masa depan. Beruntunglah bagi mereka yang merasakan kehidupan sebagai mahasiswa. Dalam suatu komunitas, mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Mereka dituntut untuk melihat, merasakan, dan menyadari kondisi di sekitarnya. Mahasiswa tidak harus selalu mengedepankan aspek kognitif yang harus mereka capai demi mendapatkan gelar sarjana. Lebih dari itu, mahasiswa harus mewujudkan kondisi nyata dan lebih berperan aktif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Usiaku kini mencapai 24 tahun lebih, begitupun dengan usia teman-teman di sekitarku. Tentulah peran terhadap masyarakat saat ini sudah sepantasnya bukan hanya sekedar ucap belaka. Saya selalu berdecak kagum terhadap pemikiran-pemikiran idealis dari beberapa teman yang memiliki berjuta-juta mimpi untuk diwujudkan. Beberapa teman seangkatanku ada yang meneruskan langkahnya sebagai guru di sekolah negeri dan swasta, meneruskan bisnis orang tua, meneruskan sekolah s2, bahkan ada pula yang mengabdi sebagai pengajar di daerah terpencil seperti pada program SM3T dan Indonesia Mengajar.

Wita Rohaenitasari dan Reza Firmansyah. Kedua temanku yang notabene mengikuti program SM3T ini sangat membanggakan. Mereka dengan keikhlasan dan kesungguhannya kemudian bergabung dengan program SM3T demi berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Tidak sedikit orang yang akhirnya tidak memilih program tersebut karena selama setahun ke depan, para peserta akan ditempatkan di daerah tertinggal. Sungguh walau dengan kondisi kekinian, aku yakin bahwa mereka adalah pemuda-pemudi yang kelak akan memiliki warisan cerita yang “mengguncangkan” dan kelak menjadi tumpuan harapan bangsa. Selamat menempuh perjalanan baru sebagai peserta SM3T dengan penuh berjuta-juta impian dan harapan, kawan. Semangat terus dalam menggapai mimpi, berkontribusi untuk bangsa dan beramal sebagai bekal di kemudian hari. Doaku selalu terpanjatkan untukmu :)

No comments:

Post a Comment