Monday, July 21, 2014

RAMADHAN : Dahulu, Kini, dan Nanti



Tak terasa bulan ramadhan akan segera berakhir. Alhamdulillah, puji syukur kepada sang penguasa alam yang telah mengizinkanku untuk dapat merasakan atmosfer ramadhan tahun ini. Ini merupakan ramadhan ke-24 yang aku jalani selama Tuhan mengizinkanku untuk menghirup udara pagi, merasakan hangatnya sinar mentari serta merasakan indahnya cahaya bulan dan bintang di malam hari. Sebenarnya, aku baru bisa menjalankan ibadah puasa saat usia ku menginjak 6 tahun. Waktu itu, aku masih kecil. Kalau tidak salah, baru kelas 1 SD. 

Banyak sekali perubahan yang terjadi selama pergantian ramadhan dari tahun ke tahun. Mulai dari adik ku yang saat ini telah bertambah dewasa, hingga aku sendiri yang telah melewati berbagai macam peristiwa. Ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, ramadhan adalah bulan berkah yang sangat aku tunggu-tunggu. Rasanya, rindu sekali bisa berkumpul dengan para sepupu tersayang. Sehabis buka puasa, biasanya kami berangkat ke mesjid bersama lalu melaksanakan shalat tarawih sambil nyemen. Ya, nyemen. Jika di-Bahasa Indonesia-kan arti nyemen itu adalah ngemil. Sebungkus mie rebus mentah tak lupa kami bawa sebagai perbekalan cemilan di sela-sela shalat tarawih di mesjid yang lokasinya tak jauh dari rumah. Sekarang, kebanyakan dari sepupuku itu telah menemukan pasangan hidupnya masing-masing, alias menikah :) :)

Tahun lalu, ramadhan terasa sangat singkat bagiku karena aku sendiri tengah menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan sidang skripsi. Hal yang saat itu luar biasa aku takutkan, akhirnya dapat aku lalui dengan baik.

Tahun ini, aku menjalankan ramadhan sebagai guru, mahasiswi, anak, kakak dan teman. Alhamdulillah ramadhan kali ini aku bisa kembali berkumpul, melakukan kegiatan bersama orang-orang yang baik, orang-orang yang luar biasa menginspirasi. 

Banyak hal yang menginspirasi diriku pada ramadhan tahun ini. Beberapa teman ku begitu bersemangat melakukan kegiatan sosial. Contoh kegiatan inspiratif yang dilakukan teman-temanku itu adalah mengajak masyarakat untuk menyumbangkan materi agar bisa disumbangkan ke panti asuhan. Subhanallah, walaupun mereka sepertinya disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing, ternyata kesibukannya itu sama sekali tidak mengurungkan niat baiknya ini. Mudah-mudahan tahun depan atau bahkan bulan depan, aku dan teman-teman (ayo, siapa yang mau jadi partner, hehe) bisa melakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain, aamiin.

Tahun depan, mudah-mudahan aku bisa merasakan kembali keberkahan ramadhan seperti di tahun-tahun sebelumnya dengan ke-khusyuk-an ibadah yang lebih-lebih dan lebih dari tahun-tahun sebelumnya, apapun keadaannya.

Best Regards,


Sarina Hanifah

No comments:

Post a Comment