Monday, June 9, 2014

Magister ITB, dan Ceritaku untuk Menggapainya

ITB
Tempat yang diimpikan sejak dulu. Sejak SMA, ingin sekali rasanya aku duduk di bangku perkuliahan di sana. Sayangnya, mimpi itu tidak lekas terwujud. Aku gagal menghadapi ujian snmptn. Banyak yang bilang, saingan ke ITB tuh ketat sekali. Tapi, itu semua tidak lepas dari usaha kita sendiri. Man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. (Mungkin) aku dulu kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa untuk menghadapi tes2 snmptn dan USM ITB. Mau tau berapa kali aku ikut USM ITB? 3kali. Dan semuanya gagal :))

Setelah lulus S1 dari pendidikan kimia UPI pada akhir Desember 2013, rasa-rasanya aku ingin sekali mengikuti program magister kimia di ITB. Hal ini aku lakukan karena aku ingin menambah ilmu ke-kimia-an, selain ilmu pendidikan yang sudah banyak aku dapatkan di bangku sarjana. Kelak, aku ingin menjadi seorang dosen dan merangkap sebagai peneliti kimia, aamiin :))

Singkat cerita, setelah lulus sarjana, aku belum mau untuk terikat kontrak kerja. Yah, kesannya memang seperti kelamaan jadi pengangguran. Tapi, selama jadi pengangguran itu, aku mulai urus-urus semua kelengkapan persyaratan S2 ITB. Setelah aku buka web pendaftarannya, wow! Banyak sekali ternyata yg harus diurusin :') 

Urusan pertama! TPA > 475
Sekali lagi, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan hanya dengan berleha-laha, merasa sudah mampu, dan overconfidence terhadap suatu hal (pengalaman saat daftar S1 di ITB, hiks). Jadi, pada saat akan melaksanakan TPA untuk tes ITB, aku mulai banyak berlatih. Aku beli deh tuh 2 buku karangan Aristo Chandra. Alhamdulillah, setelah satu minggu tes, hasilnya keluar juga. Hasil TPA-ku mencapai 574,60. Terimakasih pak Aristo Chandra atas latihan yang diberikan :') Bagi yang merasa ingin mencoba TPA sebelum tes di ITB berlangsung, bisa coba hubungi bappenas langsung, dan tidak perlu ikut tes di ITB lagi jika nilai tes di bappenas sudah memenuhi :))

Urusan kedua! Toefl (elpt ITB) > 77 (setara dengan 475)
Untuk urusan toefl, ITB biasanya mengakui sertifikat toefl jika sertifikat itu berupa elpt ITB atau toefl ITP. Aku sih pilih yang elpt saja, karena harganya hanya 75ribu. Tapi bagi yang ingin sertifikat tersebut bisa diakui internasional, bisa coba toefl ITP dengan harga sekitar 350ribu. Pada saat tes, pastinya deg-degan. Soal-soal pada elpt ITB ini mirip dengan soal-soal toefl pada umumnya. Hanya saja, aku selalu merasa kesulitan saat dihadapkan dengan soal listening :') 2 hari pun berlalu. Ternyata, pengumuman elpt sudah diumumkan di web. Hasilnya, I got 101.., atau sama dengan 530 pada toefl-toefl biasanya. Alhamdulillah ~

Urusan ketiga! Tes jarak jauh
Sebenernya, sempet bingung sama tes jarak jauh ini, karena memang tes ini baru diadakan ketika penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2014/2015. Gosipnya, ini untuk meningkatkan mutu pendidikan, supaya ITB bisa melihat sejauh mana pengetahuan kita tentang ke-kimia-an. Aku dan salah satu temanku (Elva) beberapa kali bertanya pada pihak penyelenggara tes jarak jauh. Tapi sampai seminggu mendekati hari H, tidak ada pengumuman lebih lanjut mengenai tes jarak itu :( nah, tiba-lah hari Rabu, 14 Mei 2014. Pada hari itu, baru ada sedikit pencerahan tentang tes jarak jauh tersebut. Ternyata, semua pendaftar wajib mengerjakan soal yang diberikan panitia penyelenggara selama 1 hari penuh (24 jam) pada tanggal 19 Mei 2014. Tibalah hari Senin, 19 Mei 2014. Aku membuka email pada pukul 00.00. Tepat jam tersebut, aku men-download soal yang diberikan. Aku cuma bisa melongo betapa dahsyatnya soal-soal tersebut, hehe. Namun, aku masih merasa ngantuk. Baiklah, aku berjanji pada diriku, aku akan mengerjakan soal-soal tersebut setelah solat shubuh. Satu persatu soal pun mulai kuselesaikan. Wow banget rasanya. Kepala sampe terasa panas dan badan pegel-pegel semua. Rasa-rasanya pengen ada mama yang bisa mijitin, trus bisa nyuapin makan, hehe. Aku agak ragu-ragu dengan jawaban yang aku tulis sebanyak 6 lembar. Tepat pukul 20.00 aku sudah mengirimkan jawabanku via email. Bismillah saja, apapun hasilnya :')

3 minggu berlalu.. hari ini hari Senin, 9 Juni 2014. Pagi-pagi sekali aku sudah bergegas untuk mengikuti tes kerja di bintang pelajar institute. Sedikit cerita, karena lembaga tersebut berbasiskan Islam, tadi ada beberapa pertanyaan yang aku sendiri sampe bingung mau jawab apa. Maafkan ya Allah, ternyata ilmu keislamanku masih kurang. Tadi ada pertanyaan tentang ayat yang isinya menjelaskan kewajiban berbakti kepada orang tua. Dan aku sama sekali tidak tahu ayat apa itu :')

Setelah selesai menyantap makan siang, aku bergegas pulang naik angkot kalapa-ledeng menuju kosan. Karena jalanan agak macet, aku lebih memilih untuk membuka semua akun socmed-ku. Boleh dibilang, aku adalah orang yang agak kepo dan tidak tahan untuk tidak buka socmed satu hari saja :') Teringat pada pengumuman ITB yang notabene akan diumumkan di website pada minggu kedua Juni (namun seluruh pendaftar belum tau tanggal berapa pengumuman itu dibuka), aku langsung saja membuka web sps ITB. Jreng-jreeng! Pengumuman sudah ada. Folder 'diterima' berukuran 13,9 MB dan sisa kuota-ku hanya sekitar 12 MB. Oke. Aku relakan saja pulsa reguler untuk men-download sisa MB file tersebut karena aku sangat-sangat tidak sabar :') nampaknya lama sekali proses download tersebut selesai. Saking gregetnya, aku sampai menggigit ujung-ujung handphone, haha (jangan ditiru). Uang ongkos yang aku keluarkan dari dompet juga sempet berhamburan saking deg-degan nya. File tersebut baru beres di download setelah aku turun dari angkot. Deg! Jantungku berdegup makin kencang. Recent Document. Click. Loading. Page 1. FITB. Page 2. FMIPA. A b c d e........ s! Ya. Inisial namaku dari S. Sarina Hanifah, tercatat sebagai mahasiswa yang diterima di program magister, prodi kimia, FMIPA ITB :')

Sekejap aku langsung membeli pulsa (ingat, pulsa yang tadi habis dipake download), lalu... mengabarkan mama, papa, ade, sahabat. Ooh! Terimakasih ya Tuhan, insya allah aku akan mengemban amanat ini dengan baik :')


Best Regards,



Sarina Hanifah

12 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. keren sekali, bu sarina!

    selamat. semangat! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih zia, kamu juga keren bangeeet!
      tapi.. kenapa harus ibu? hehe. soon to be deh, haha aamiin :))

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Salam kenal mbak, apakah sy bs mnt tlg teh, sharing2 contoh soal2 ujian msuk kimia yang via email tahun kemarin? InsyaAllah tahun ni sy mw cb. Krn klo liat di websitenya kisi2 msh terlalu global blm ke sub2 bidangnya. Nuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal. kebetulan saya tidak simpan soal-soalnya. soal-soalnya kurang lebih mencakup semua bidang. misalnya untuk organik, kebanyak tentang mekanisme reaksi. ikut gelombang brp? maaf baru balas :)

      Delete
  5. Hai Meutia
    TPA boleh lagsung di Bappenas dan TOEFL ITP boleh dipake juga :)
    sayangnya, tahun saya adalah tahun terakhir untuk tes jarak jauh
    semoga ada kebijakan lagi dari sps itb. goodluck :)

    ReplyDelete
  6. Permisi mba Sarina, saya Evy salam kenal. Mau tanya klo dftr usm itb kan berkasnya sudah di uplod. Lalu, ketika tes tertulis di ITB nya itu berkas aslinya dikumpulin juga gk ya seperti sertifikat asli TPA dan TOEFL ITP yang aslinya dikumpulin juga gk ya? Lalu, klo tes tertulisnya itu pake LJK atau isian gitu ya? Terima kasih

    ReplyDelete
  7. Hai mbak sarina.. perkenalkan saya Agus Rimus Liandi, saya juga pengen test ke kimia ITB mbak.. bolehkah saya minta file soal2 kimia pas ujian masuk dulu? Trima kasih mbak..

    ReplyDelete
  8. Hai mbak sarina.. perkenalkan saya Agus Rimus Liandi, saya juga pengen test ke kimia ITB mbak.. bolehkah saya minta file soal2 kimia pas ujian masuk dulu? Trima kasih mbak..

    ReplyDelete
  9. hai mbak, saya rima
    kalau boleh tau materi soalnya tentang apa saja ya mbak ? terimakasih mbak

    ReplyDelete