Halo blogger! Sudah lama nih tidak menulis dan bercuap cuap disini. Alhamdulillah, pada tahun ini saya dapat melewati Ramadhan dengan baik. Hari-hari di hari Ramadhan cukup membuat saya menyadari betapa perlunya kita bersyukur kepada Tuhan akan apa yang Dia beri kepada kita. Bayangkan, betapa sulitnya orang-orang di sana yang serba kekurangan. Kekurangan harta, kekurangan ilmu, dan lainnya. Kita patut bersyukur karena kita masih bisa makan, masih bisa menuntut ilmu, dan yang paling penting adalah masih diberi kesehatan. Alhamdulillahirabbil alamiin.
Ngomong ngomol soal sehat nih, selagi saya diberi kesehatan, saya ingin menuntut ilmu lebih banyak. Ilmu itu ternyata tidak hanya didapat dibangku sekolah ataupun di bangku kuliahan. Pada saat itu, tepatnya saya lupa tanggal dan hari apa, saya bertemu dengan seorang pemain biola jalanan yang mengaku sudah selama 3 bulan mengamen. Dia bahkan sangat berbakat dalam musik. Buktinya, saya sudah belajar biola selama setahun, tetapi permainan biola saya tidak cukup untuk membuat dia terpesona, dalam arti, permainan biola dia lebih bagus. Saya bertanya, apa saja yang dia lakukan untuk mengisi hari-harinya. Dia menjawab bahwa dia mengamen, menjadi pelayan restoran, dan sekolah. Sungguh hal yang luar biasa. Dia berkata bahwa penghasilan orangtuanya tidak mencukupi untuk biaya dia sekolah. Kali ini saya mendapat pelajaran baru lagi bahwa sikap kerja keras dan semangat yang tiada henti sangat besar pengaruhnya dalam diri kita. Leave the limit, demi menggapai mimpi-mimpi kita. Tak perduli apakah kita akan gagal atau berhasil. Jika kita sama sekali tidak mau mencoba, maka kita tidak akan pernah tau seberapa mampu nya diri kita dalam meraih sesuatu. I have to move one step, otherwise, i'll never know my truly potential.
Mulai hari ini, saya akan lebih bijak dalam mengambil kesempatan-kesempatan yang ada. Tidak peduli adanya keterbatasan dalam diri kita. Orang yang banyak memiliki pun banyak yang berhasil. Maka kita yang hidup berkecukupan pun HARUS berhasil. Let's pursue our dreams..
Sincerely,
Sarina Hanifah
No comments:
Post a Comment